Wauuu Fantastik, Barry Obama membikin tersenyum Ibu-ibu Gelatik, maksudnya disini adalah Film tentang masa kecil Barrack Obama yang sempat tinggal di Jakarta ini membikin Ibu-ibu Gelatik kagum akan sosok Barry Obama kecil. Berbeda dengan tempat lain, pemutaran film di Gelatik di putar pukul 15:30 wib tepatnya tanggal 30 maret 2011 ini dihadiri 60 orang terdiri dari Ibu-ibu dan anak-anak.
Bagi Ibu-ibu ini adalah suatu hiburan yang bisa memberi contoh baik kepada anak-anak khususnya yang ad di daerah Dusun Gelatik Glagah Sari merupakan sebuah inspirasi dan motivasi untuk bisa lebih memperhatikan putra-putrinya yang selama kalau diperhatikan anak-anak Gelatik terlalu kurang baik dalam hal bicara, tinggal laku, semua itu hampir memprihatinkan ya mungkin tidak semua bersifat yang sama.
Selain Pemutaran film berlangsunng sepertinya biasanya kita memberikan door prise untuk penonton dengan memperhatikan film dan mengingatnya membuat suasana sedikit tegang karena bisa mendapatkan door prise harus bisa menjawab pertanyaan dari film itu sendiri, untuk pembagian door prise itu sendiri dilakukan pada akhir acara.
Dalam hal ini ada catatan tersendiri bagi team Mobil Pustaka Sampoerna gimana harus lebih kreatif inovatif dalam hal Pengembangan Perpustakaan di wilayah Pasuruaan.

Barack Obama berusia 9 tahun ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru juga latar belakangnya yang campur aduk membuatnya sulit beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga, berbeda strata sosial yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa bocah yang akrab disapa Barry itu ke berbagai pengalaman masa kecil yang tidak terlupakan.

Lewat permainan Ping Pong, Monopoli, bahkan main kelereng, membuat Barry semakin akrab dengan Slamet dan Yuniardi. Ia juga memahami kehidupan unik seorang banci bernama Turdi. Hubungan keduanya makin memancing olok-olok anak-anak kampung. Di lapangan sepak bola berlumpur, Barry pun bentrok dengan Carut dan geng-nya.

Semua pengalaman ini mengajarkan pada Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan, tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang beda seutuhnya.
Satu tahun di Menteng membekali Barry dengan pelajaran nilai-nilai yang masih ia pegang sampai ia dewasa. Ketika Barry sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, sebuah konflik di rumahnya membuatnya harus pergi meninggalkan Menteng.
Tiadanya ucapan perpisahan meninggalkan rasa getir di hati sahabat-sahabatnya. Namun, mereka yakin bahwa Menteng telah memberi banyak pengalaman tak terlupakan bagi Barry. Bahkan ketika Barry berhasil meraih cita-citanya menjadi Presiden Amerika Serikat. Teman-teman masa kecil Barry pun ikut merasakan kebahagiaan Barry meskipun mereka jauh terpisahkan oleh jarak dan komunikasi.

Obama Anak Menteng sebuah judul film yang menghibur masyarakat di Desa Kebon Agung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan pada Hari Selasa malam, 28 Maret 2011 pada pukul 18.30 - 20.30 Wib.

Acara ini dilaksanakan dengan menggunakan fasilitas dari Mobil Pustaka Sampoerna, dengan sebuah layar televisi 21" dan DVD player, petugas memberikan layanan hiburan Nonton Bareng yang merupakan salah satu cara bersosialisasi dengan masyarakat disekitar Stop Over ( Titik Layanan ) Mobil Pustaka Sampoerna akan lebih dikenal dan dapat mendongkrak jumlah pengunjung dan peminjaman kedepannya.

"Obama Anak Menteng" menjadi sebuah film dengan cerita sederhana dan inspiratif, yang kemudian menjelma menjadi dari mosaik sejarah orang nomor satu di Amerika, Barrack Obama. Film ini diputar di Stop over Kendangsari pada hari Kamis, 24 Maret 2011 Pukul 16.00 di Balai RW V Kendangsari Gg. 1.


Sore itu cuaca tidak bersahabat hujan sangat lebat, sehingga peserta yang datang sekitar 20 orang dan didominasi oleh anak anak. dengan seriusnya mereka menyimak film tersebut karena keinginan mereka untuk mendapatkan sebuah hadiah dari Mobil PPS.

Film selesai tepat pukul 18.30 peserta diberikan selembar kertas untuk menuliskan isi ringkasan / summary Film tersebut. Peserta yang sudah menuangkan tulisannya diselembar kertas kemudian team mobil PPS memberikan hadiah Kaset VCD dari Ikhlas Media.

Pesan dari Film ini agar kita semua membuka diri dalam menerima perbedaan.


Rabu 23 Maret 2011 di Karangrejo tepat pukul 16.00 wib sesuai dengan jadwal kegiatan STO Surabaya acara nonton film bareng dimulai . Pemutaran film yang dilaksanakan di Balai RW II RT 1 Karangrejo itu dengan judul OBAMA ANAK MENTENG dihadiri sekitar 34 orang, diantaranya ibu-ibu pkk dan anak-anak.

Film ini menceritakan tentang Barry Obama berusia 9 th ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru dan juga latar belakangnya yang campur aduk membuat ia sulit untuk beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga yang berbeda strata sosial yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa Barry ke berbagai pengalaman masa kecil yang tak terlupakan.

Semua pengalaman ini membuat Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang berbeda. Satu tahun di Menteng Membekali Barry dengan pelajaran nilai-nilai yang masih ia pegang sampai ia dewasa. Ketika Barry sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, sebuah konflik dirumahnya membuat ia harus pergi meninggalkan Menteng.

Obama Anak Menteng menjadi sebuah film dengan cerita sederhana dan inspiratif, yang kemudian menjelma menjadi bagian dari mosaik sejarah orang nomor satu di Amerika, Barrack Obama. Dan kegiatan nonton film bareng diakhiri dengan pembagian doorpraise oleh tim mobil perpustakaan keliling bagi lima penonton yang dapat menjawab pertanyaan seputar film Obama Anak Menteng.

Surabaya-Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
Layanan STO (Layanan Stop Over) Layanan Mobil Perpustakaan Keliling yang Melayani 10 Stop Over diantaranya 5 Stop over Surabaya dan 5 Stop over Pasuruan, masing-masing tempat ada 2 team. Mobil Perpustakaan membawa koleksi buku yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bahan bacaan Masyarakat, selain menyediakan bahan bacaan mobil perpustakaan juga mempunyai agenda kegiatan diantara Pemutaran Film, Softskill dan diskusi.

Kamus Online